SOSIALISASI “MERDEKA BELAJAR” MELALUI PENGENALAN METODE PEMBELAJARAN INOVATIF “STEAM” DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DI SDN 101815 SIDODADI, KECAMATAN SIBIRU-BIRU, KABUPATEN DELI SERDANG

  • Adrial Falahi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah
  • Widya Utami Lubis Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah
Keywords: Metode STEAM, Kompetensi, Guru

Abstract

Salah satu metode pembelajaran kreatif dan inovatif yang dapat dijadikan alternatif dalam proses belajar mengajar adalah metode pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Art dan Match) yang menggabungkan kreatifitas serta inovasi dari guru dan siswa dalam sebuah kolaborasi. Metode pembelajaran ini sudah lama digunakan di negara-negara maju jauh sebelum pendemi covid-19. Penggunaan Metode STEAM ini jauh lebih efektif jika dilakukan dalam kondisi tatap muka, walaupun tidak menutup kemungkinan untuk dapat digunakan pada kondisi daring (dalam jaringan). Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini memiliki tujuan untuk memberikan sosialisasi serta pengetahuan praktis kepada guru-guru tentang konsep pembelajaran STEAM dan bagaimana menerapkannya dalam kelas inovatif serta memberikan contoh-contoh objek dan konsep serta pengembangannya dalam proses belajar mengajar yang inovatif. Peserta dalam sosialisasi ini berjumlah 14 orang guru. Sebelum melakukan sosialisasi, guru-guru dimintai keterangan tentang pengetahuan dan pengalaman menggunakan metode STEAM di kelas dalam bentuk  penyebaran angket. Dari angket yang diisi ternyata hanya sebagian kecil (10 orang) yang mengenal Metode STEAM dan hanya 4 orang (dari 10 orang yang mengenal TEAM) yang pernah menggunakan metode ini dalam pembelajaran, dan itupun tidak konsisten. Dengan adanya sosialisasi Metode Pembelajaran STEAM ini guru-guru sudah mendapatkan pemahaman dan mampu membuat contoh-contoh konsep yang dapat dijadikan bahan pembelajran dalam Metode STEAM ini. Sosialisasi ini memberikan pengalaman dan banyak manfaat kepada guru-guru terutama bagi guru yang masih menggunakan metode pembelajaran satu arah yaitu hanya dari guru saja tanpa melibatkan peserta didik yang berujuang kepada peningkatan kemampuan dan kompetensi guru dalam mengajar.

Published
2022-04-05